profil

Rabu, 15 September 2010

benar-benar berkah lebaran

Mungkin lebih tepatnya pas hari pertama lebaran, jam 12.00 WIB, benar-benar panas banget saat kerumah bude di klender dekat rumah aku yang lama, belum lagi ditambah macet. Rasanya udah mulai marah-marah dalam hati, rumah bude dekat rumah nenek cinta pertama aku, opss jangan bilang pacar ku nya, hehehe… aku memang udah tidak ada rasa lagi cuma rasa penasaran gimana keadaannya sekarang, sekedar melihatnya kurasa cukup.


Semua memory tentangnya tiba-tiba teringat pada diriku lagi, mungkin terakhir aku bertemu dengannya saat pertandingan antar sekolah tapi saat itu aku tak berani membalas tatapan matanya, aku terlalu takut buat memakui rasa yang terpendam. Memang sangat sakit saat dia punya pacar, tapi apa boleh buat ini juga kesalahan aku, aku masih ingat saat kelas 2 SMP saat itu teman nanya “elo suka sama ****, dia juga masih suka same lo, dia nanya mau ga elo jadi pacarnya??”, aku cuma bisa diam dan gak menjawab apa-apa.


Aku bingung, aku cuma pingin mendengar suara itu dari mulutnya sendiri. Sejak saat itu dia menjadi kesal dan tatapannya berbeda, aku tahu ini salah aku. Aku terlalu bodoh tidak mau mengakuinya. ya mungkin biarkan semuanya jadi sebuah kenangan, sekarang aku dan dia pun udah punya kehidupan masing-masing. Aku percaya dia pun pasti udah lupa dengan semua yang pernah terjadi dengan aku.


Setelah puass makan dirumah bude, hehe.. aku dan semua saudara-saudaraku kita berangkat untuk kerumah mbah yang dicipinang. Dan saat melewati rumah neneknya ternyata dia ada disana, sedang berkumpul dengan keluarga yang laen. Semuanya masih sama cuma mungkin rambutnya lebih gondrong. Aku cuma tersenyum kecil melihatnya dari balik kaca mobil, mungkin dia tak pernah sadar kalau aku melihatnya.


Terima kasih Tuhan, karena Tuhan mendengar doa ku untuk bisa melihatnya, semuanya udah cukup, aku selalu berharap dia setia sama pacarnya dan tidak playboy lagi. aku bahagia sekarang aku seorang pacar yang benar-benar buat aku terasa nyaman, percaya deh sekarang aku bukan seorang player lagi, hehe.. aku bukan anak abg lagi yang suka putus nyambung dan gonta ganti pacar, aku cuma ingin serius menjalani suatu hubungan. Walau gak tahu nanti arahnya kemana, tapi aku berharap dia jadi pacar aku yang terakhir dan menemani setiap hari itu doa ku juga terhadap Tuhan.


memang kenyataannya cinta pertama ga akan pernah bisa dilupain kan, kalian semua pasti setuju sama aku J, tapi saat kita ketemu cinta terakhir kita, itu lah saat-saat paling indah.

Sendiri

Aku merasa seperti itu sudah bertahun-tahun, sepi rasanya saat bapak udah meninggal, aku selalu coba tuk tetap tersenyum dan tertawa kepada semua orang tapi aku ingin menangis sekencang-kencangnya. Tapi aku tak pernah bisa melakukan itu semua, aku harus terlihat tegar didepan ibu. Mereka melihat aku cewek kuat, mereka mengira aku cewek pendiam, mereka berbicara aku kurang bersosialisasi.


Maaf kalian salah besar, aku bukan seperti itu, jika kalian berpikir seperti itu kalian tidak mengenal ku dengan baik. Aku cuma berusaha menutup diri, mungkin kesannya itu sedikit aneh dan menyebalkan. Tapi aku kurang suka kalau mereka mengetahui aku lebih dekat. Mereka seperti sok tahu dan ikut campur, seakan-akan mereka sudah berpengalaman dalam suatu masalah.


Padahal mereka tuh masih seumuran sama aku, mereka terlalu sok tahu dan menganggap aku ini jahat, apadahal mereka sendiri lebih jahat dari aku. Aku tak pernah mau bicara atau mngeluarkan pendapat, aku lebih suka mereka sadar dengan sendiri dan belajar dari pengalaman mereka tapi saat bertemu mereka lagi, hmff tetep saja sama saja kaya terakhir ketemu.


Cuma bapak yang tahu bagaimana mengatasi apa yang terjadi sama aku, sejak dia pergi tuk selamanya aku seperti tidak punya penggangan, tak ada seseorang yang berpikir logis sepertinya, tak ada yang bercerita tentang keadaan apapun diluar sana, bahkan bapak tak senggan bercerita tentang masalah ekonomi atau apapun berita yang terbaru pada hari ini. Kurasa bapak kalian tidak seperti itu, sekarang aku mengerti apa yang dia cerita kan kepada ku tentang kehidupan ini. sekarang aku mengerti tentang pemikirannya, dan mulai sekarang pun aku mulai menganalisis setiap masalah yang terjadi. tanpa sosok seorang bapak yang selalu bijak mengambil keputusan.


Aku memang masih beruntung, masih ada ibu yang bisa buat aku tertawa sepanjang hari dan ada seorang kekasih yang selalu ada buat aku, tapi tetep merasa sendiri. Aku kesepian pak, andai aku bisa bicara dan bertemu Tuhan aku ingin ketemu dengan beliau sekedar berbincang dengannya.

Sendiri

Aku merasa seperti itu sudah bertahun-tahun, sepi rasanya saat bapak udah meninggal, aku selalu coba tuk tetap tersenyum dan tertawa kepada semua orang tapi aku ingin menangis sekencang-kencangnya. Tapi aku tak pernah bisa melakukan itu semua, aku harus terlihat tegar didepan ibu. Mereka melihat aku cewek kuat, mereka mengira aku cewek pendiam, mereka berbicara aku kurang bersosialisasi.


Maaf kalian salah besar, aku bukan seperti itu, jika kalian berpikir seperti itu kalian tidak mengenal ku dengan baik. Aku cuma berusaha menutup diri, mungkin kesannya itu sedikit aneh dan menyebalkan. Tapi aku kurang suka kalau mereka mengetahui aku lebih dekat. Mereka seperti sok tahu dan ikut campur, seakan-akan mereka sudah berpengalaman dalam suatu masalah.


Padahal mereka tuh masih seumuran sama aku, mereka terlalu sok tahu dan menganggap aku ini jahat, apadahal mereka sendiri lebih jahat dari aku. Aku tak pernah mau bicara atau mngeluarkan pendapat, aku lebih suka mereka sadar dengan sendiri dan belajar dari pengalaman mereka tapi saat bertemu mereka lagi, hmff tetep saja sama saja kaya terakhir ketemu.


Cuma bapak yang tahu bagaimana mengatasi apa yang terjadi sama aku, sejak dia pergi tuk selamanya aku seperti tidak punya penggangan, tak ada seseorang yang berpikir logis sepertinya, tak ada yang bercerita tentang keadaan apapun diluar sana, bahkan bapak tak senggan bercerita tentang masalah ekonomi atau apapun berita yang terbaru pada hari ini. Kurasa bapak kalian tidak seperti itu, sekarang aku mengerti apa yang dia cerita kan kepada ku tentang kehidupan ini. sekarang aku mengerti tentang pemikirannya, dan mulai sekarang pun aku mulai menganalisis setiap masalah yang terjadi. tanpa sosok seorang bapak yang selalu bijak mengambil keputusan.


Aku memang masih beruntung, masih ada ibu yang bisa buat aku tertawa sepanjang hari dan ada seorang kekasih yang selalu ada buat aku, tapi tetep merasa sendiri. Aku kesepian pak, andai aku bisa bicara dan bertemu Tuhan aku ingin ketemu dengan beliau sekedar berbincang dengannya.

Happy B’day dad

Tanggal 11 agustus, harusnya bapak berumur 52 tahun, gak kebanyak kalau dia masih ada, pasti semuanya terlihat indah. Seharusnya aku masih bisa memberikan ciuman di pipi dan berkata selamat ulang tahun pak. Masih aku terakhir kali mengucapkan kata itu, sekitar 6 tahun yang lalu saat bapak dinas di Bengkulu, aku dan ibu sengaja tidak tidur sampai jam 12 malam tuk mengucapkan kata indah itu.


Bapak belum tertidur saat itu, aku tau dia memang selalu lembur, tak ada kata istirahat, selama itu adalah kegiatan yang berguna dan menghasilkan sesuatu maka dia akan mengerjakannya dengan baik. Setelah bapak pulang dari dinasnya, itu yang selalu aku tunggu. Saat itu lah aku memeluknya dan menciumnya, benar-benar rasa itu yang aku rindukan.


Pak, aku tak tahu apa yang kau lakukan disana, tapi aku berharap kau baik-baik disana, kau adalah semua dari inspirasi ku. Andai kau tahu, aku merasa beruntung bisa terlahir di keluarga ini, makasih atas semua didikan mu, sejujurnya aku masih butuh bimbinganmu pak. Aku akn terus berusaha jadi yang kau inginkan, walau kau tak disampingku lagi sekarang, tapi aku percaya kau akan selalu melihat ku, walau aku tak bisa melihatmu atau pun menyentuhmu.

Selasa, 11 Mei 2010

Utang Pajak

Menurut faham formal utang pajak timbul karena perbuatan fiskus, yakni fiskus menerbitkan SKP. Dalam contoh di atas, utang pajak si A baru akan timbul sesudah fiskus menerbitkan SKP. Secara ekstrim, si A tidak mempunyai kewajiban membayar pajak penghasilan/ pendapatannya jika fiskus belum menerbitkan SKP.


Menurut faham materiil utang pajak timbul karena terpenuhinya ketentuan-ketentuan yang disyaratkan dalam undang-undang. Terpenuhinya ketentuan dalam undang-undang tersebut disebut sebagai tatbestand. Misalnya syarat timbulnya utang pajak bagi si A dalam contoh di atas menurut UU PPh 2000 antara lain :


Jika si A telah bertempat tinggal atau berada di Indonesia lebih dari 183 hari dalam jangka waktu dua belas bulan, dan si A telah mempunyai penghasilan setahun di atas PTKP, maka sudah timbul utang pajak bagi si A. Dia tidak perlu menunggu fiskus menerbitkan SKP. Timbulnya utang pajak menurut faham materiil secara sederhana dapat dikatakan karena Undang-Undang atau karena tatbestand, yaitu ‘rangkaian dari keadaan-keadaan, perbuatan-perbuatan dan peristiwa-peristiwa (baik yang feitelijk, yuridis, persoonlijk maupun zakelijk) yang dapat menimbulkan utang pajak’.